Senin, 27 Februari 2012

ღ `sapaan terindah-Nya´ ღ



Rintikannya berbisik pada kuu
 bahwa `tag ada pelangi hari ini . . .
 dan aku memutuskan untuk `tag menanti
 tapi membiarkan Dia
  dengan cara-Nya iang akan melukis
jingga itu
dengan sapa`an terindah-Nya ^^,

ღ `rintihan Cinta siih Hawa´ ღ


“Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki”


Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.


Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga. Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya. Cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.
“PELIHARALAH DIRI DAN JAGA KESUCIAN”

-Muhammad Azwan-
Jumat, 24 Februari 2012

ღ `ketika CINTA melukis HATI´ ღ


Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai [?]
kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin iaa milikmu
kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin iaa cintamu

Cinta melukis
bahagia
 
sedih
sakit hati

cemburu

berduka

dan hatimu tetap diwarnai untuk mencintai
itulah dalamnya cinta

Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya


Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia ditulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy.

Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya

dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah

kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki


Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi


Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

─────▄█▀█▄──▄███▄
────▐███████████▌
─────██▒█████████
──────▀████████▀
─────────▀██▀
Kamis, 23 Februari 2012

ღ `lelaki acuan Al-Quran [lelaki mukmin sholeh]´ ღ




  ﷲ ..bismillaah.. ﷲ 
Lelaki acuan al-Qur`an ialah seorang lelaki yang beriman
yang hatinya disaluti rasa taqwa kepada Allah SWT
yang sentiasa haus dengan ilmu
yang sentiasa dahaga dengan pahala
yang solatnya adalah maruah dirinya
yang tidak pernah takut berkata benar
yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu


Lelaki acuan al-Quran ialah lelaki yang menjaga pergaulan dan tutur katanya
yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya
yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya
yang sentiasa berbuat kebaikan kerana sifatnya yang pelindung
yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang


Lelaki acuan al-Quran ialah lelaki yang menghormati ibu bapanya
yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga
yang bakal menjaga keharmonian rumahtangga
yang akan mendidik anak anak dan isteri mendalami agama
yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan
kerana dunia baginya adalah rumah sementara menunggu akhirat


Lelaki acuan al-Quran sentiasa bersedia untuk agamanya
yang hidup dibawah naungan al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah SAW
yang boleh diajak berbincang dan berbicara
yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya


Lelaki acuan al-Quran tidak pernah membazirkan masa
matanya kepenatan kerana kuat membaca
yang suaranya lesu kerana penat mengaji dan berzikir
yang tidurnya lena dengan cahaya keimanan
bangun subuhnya penuh dengan kecerdasan
kerana sehari lagi usianya bertambah penuh kematangan


Lelaki acuan al-Quran sentiasa mengingati mati
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibajai dan dijaga
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian


Lelaki acuan al-Quran ialah lelaki yang tidak mudah terpesona
dengan buaian dunia
kerana dia mengimpikan Syurga
disitulah rumah impiannya
bersama wanita acuan al-Quran

-serikandi islam-

Rabu, 22 Februari 2012

ღ `Hanzhalah bin Abu Amir´ ღ


Ketika akan berangkat perang membela agama Islam, dia belum sempat mandi jinabat. Maka, ketika gugur sebagai syuhada, dia dimandikan oleh para malaikat.


Hanzhalah bin Abu Amir adalah anak pemimpin suku Aus yang terbilang kaya di Yastrib  [Madinah] pada masa menjelang hijrahnya Nabi Muhammad ke sana. Ayahnya, Abu Amir bin Shaify, orang yang sangat benci kepada Islam. Pada zaman jahiliyah, dia mendapat julukan Abu Amir Sang Pendeta, tetapi julukan itu berbalik menjadi Abu Amir lelaki Fasik ketika Yastrib sudah dikuasai oleh kaum muslim.

Pernah dengan angkuh Abu Amir berkata, “Jika aku menyeru kaumku yang sudah masuk Islam, mereka pasti akan mengikutiku dan bergabung dengan kaum Quraisy.”
Tapi baru saja mulutnya menyebutkan nama dirinya, “Wahai bani Aus, aku Abu Amir..”, orang-orang Aus yang muslim menimpali, “Wahai lelaki fasik, Allah tidak akan memberkatimu !” Mereka mengucapkan kalimat itu sambil melancarkan serangan yang menyebabkan Abu Amir melarikan diri. Nah, di antara penyerang itu, adalah anaknya sendiri, Hanzhalah.

Hanzhalah, yang telah masuk Islam, akhirnya menikah dengan Jamilah binti Abdullah bin Ubay bin Salul, anak sahabat bapaknya. Mertuanya itu dikenal sebagai tokoh munafik, menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keimanan. Dia berpura-pura membela Nabi Muhammad dalam Perang Uhud;, amun ketika rombongan pasukan muslim bergerak ke medan laga, ia menarik diri bersama orang-orangnya, kembali ke Madinah.

Pagi harinya, ketika mendengar seruan untuk berjihad, Hanzhalah mengambil pedang dan baju perangnya, langsung bergabung dengan induk pasukan muslim dan pergi berperang. Dalam peperangan itu, dia berhasil mendekati Abu Sufyan ketika teman-temannya justru melarikan diri ketakutan. Abu Sufyan, dalam duel satu lawan satu, terjatuh dari kudanya. Wajahnya pucat, ketakutan.

Pedang Hanzhalah yang berkilauan siap merobek lehernya. Dalam hitungan detik, nyawanya akan melayang. Tapi, dalam suasana genting itu, Abu Sufyan berteriak minta tolong, “Hai orang-orang Quraisy, tolong aku.” Lantas orang-orang Quraisy di sekitarnya tanpa ampun mengayunkan pedangnya kepada Hanzhalah, dari kiri, kanan, dan belakang, sehingga Hanzhalah tersungkur. Dalam kondisi yang sudah parah, darah mengalir begitu deras dari tubuhnya, ia masih dihujani dengan lemparan tombak dari berbagai penjuru. Dan akhirnya…anak muda ini gugur sebagai syuhada.

Abu Sufyan, si pengecut itu, pun selamat dari tajamnya pedang Hanzhalah.
Seusai peperangan, Abu Amir dan Abu Sufyan mengitari medan laga dan mencari data sahabat-sahabat Nabi yang gugur. Biasanya mereka akan melampiaskan dendamnya dengan mencincang mayat-mayat musuhnya. Mereka menemukan jasad Kharijah bin Abu Suhair dari suku Khazraj, pemimpin Bani Kahzraj; Abbas bin Ubadah bin Fadhlah, Dzakwan bin Abu Qais, bangsawan Yastrib, dan tentu saja Hanzhalah.
“Anakku, kenapa kamu tidak mau mengikuti perintahku untuk tidak ikut berperang?” keluh Abu Amir dengan nada kesedihan. “Andaikan menaati perintahku, kamu akan hidup terhormat bersama kaum Aus.”

Kepada orang-orang Quraisy dia menyeru agar tidak mencincang jasad anaknya. Tapi dia sendiri mencincang bangkai orang lain. Nabi Muhammad, yang diberi tahu hal itu, kemudian mendoakan, melihat ke langit, dan berkata kepada para sahabat, “Aku melihat, malaikat-malaikat sedang memandikan Hanzhalah bin Abu Amir di antara langit dan bumi dengan menggunakan air Muzn [mendung] yang diambil dari bejana perak.”

Kemudian beliau mengutus salah seorang sahabat untuk mengabarkan hal itu kepada istri Hanzhalah dan menanyakan apa yang dikerjakan suaminya sebelum pergi ke medan perang.
“Ketika mendengar panggilan perang, Hanzhalah dalam keadaan junub dan belum sempat mandi…,” kata Jamilah.

Beruntunglah Hanzhalah, syuhada yang telah dimandikan oleh para malaikat. Dia memperoleh kedudukan yang tinggi di haribaan Allah SWT. Itulah sebaik-baik tempat yang tidak semua orang mampu meraihnya. Nabi Bersabda,
“Allah SWT berfirman: Tiada balasan bagi hamba-Ku yang berserah diri saat Aku mengambil sesuatu yang dikasihinya di dunia, melainkan surga.”
[HR. Bukhari]

-Syafwan Abu-
Senin, 20 Februari 2012

ღ `dear Lelaki kuu´ ღ



aku ingin mengenangmu dengan sederhana
dengan ketabahan yang sama seperti hujan dibulan juli 、、、

ku dengarkan gerimis yang berderai
bagai benang terurai dari langit
yang terberai oleh kenangan akan dirimu 、、、
akankah kau masih disana sehabis hujan [?]
setelah gerimis lesap ditelan malam [?]
mungkin kau tengah tertidur lelap malam ini
apakah dalam tidurmu ada yang menyampaikan rasa rinduku [?]
sebuah resah yang ku titipkan pada angin malam
setiap kali ia datang merembes lewat celah dinding jendela kamarku


kau salah • • •
jika kau berfikir aku ada disini untuk menyombongkan diriku
tentang keberhasilanku bangkit dari keterpurukan

kau salah • • •
jika kau berfikir aku ada disini untuk meminta simpatimu
atas segala air mata, kata kata, bahkan ceritaku tentang cinta
yang kau tinggalkan diperantauan `tak bernama

kau salah • • •
jika kau berfikir aku meremehkanmu
dan tersenyum sinis atas semua jalan yang kau tempuh



tau kah kamu • • •  [?]

aku bahkan terlalu takut untuk menyombongkan diriku lagi
aku bahkan terlalu takut untuk meminta simpatimu atas apa yang aku lakukan
aku bahkan tak dapat mengerti tentang semua jalan yang kau pilih

jalan yang membuatmu justru kembali ke titik awal
ke titik dimana aku telah meninggalkannya
karena aku takut akan murka Alloh
namu disana justru dirimu berada

aku memang ingin segera menghapus luka ini
menggantinya dengan senyum
walaupun aku `tak yakin apakah senyumku akan terlihat tulus
dan bukan berpura pura tersenyum setelah semua yang terjadi
jika ini melukaimu, aku minta maaf

aku hanya ingin kamu mengambil langkah yang sama
paling tidak kamu tak lagi berada di lembah itu
jika ini membuatmu berfikir aku berharap
aku minta maaf 、、、

kau tauh • • • harapan
tentu saja selalu ada
tetapi kali ini dalam partikel partikel kecil yang tak begitu meminta
karena mereka terbiasa untuk pecah dan melebur dalam ketiadaan pada akhirnya



mencintaimu dan meninggalkanmu itu adalah dua hal yang berbeda [!]

aku pergi bukan karena sudah lelah mencintaimu
tapi karena aku terlalu lemah melihat kalian berbicara cinta
sementara aku harus menelan cinta usang yang hanya tinggal sebagian
sedangkan hidupku, tlah semakin goyah karena pondasinya runtuh perlaha

maka ketika ku pergi untuk membenahi hidupku
bukan berarti aku lupa cara untuk mencintaimu

bukankah kau yang paling tau
bagaimana inginnya hatiku..
bukankah kau yang paling tau
bagaimana sakit hatiku..


____.o0Oo.
__.oO°__o0 _________________________________
.oOo0Oo.
_.0o°___.0o ____________..._________.._o0o..,__
.oO°0o°.0.o°0.
.O0.___.o0° ____________.o0.___...___.o0°Oo.°_.o0°_____...oO.

o0o.._.oO° __.oO.0Oo.O°__.o0O_____°Oo.O°____O°o______..o0o

.o0o0o0° ___.0O°o
___°.o°.__°O.0____.ooO°°___0o0°o._____.o°o
_oO°. ______0Oo.____.°0.___Oo.____oOo°____O°Oo°O0o...0.°

_.°o0 ______.0o°o________°0.____oO.0____°o0o.

__öOo ______Oo°o.___.o°___oO___Oo0°_____.Oo0.

___.0o°o... o._
_ °0oOo.°o0°_____0°o.°oO.°_______o°0°o.
_____°°o°O°__
__°Oo°0o°_______O°.o0°._________°ooOo0oO0o°
____________________________°O0°____________
°.o0O..°

 
karena aku selalu punya banyak cara untuk mencintaimu
Kamis, 16 Februari 2012

ღ `saatnya aku terhenti ´ ღ


• • •
 terletih disini

mendekap hangat diulur nadi

desah nafas kuu begitu ter`engaah

mencari terus mencari

tiba saatnya aku terhenti dan menyadari

membiarkan yang pergi itu berlalu

melupakan yang pahit itu terkubur

mengikhlaskan yang perih itu tertinggal
 

Blog Template by YummyLolly.com